Keyakinan Yang Benar

Pertama, ijinkan saya menceritakan sedikit tentang diri dan keyakinan saya terhadap bisnis ini, sejingga saya terus bertahan dalam bidang pemasaran. Saya bukanlah individu yang sangat penting, saya hanyalah seorang pria biasa. Itulah diri saya yang sesungguhnya, apabila dikaitkan dengan bisnis asuransi yang saya tekuni, maka anda akan memahami dengan baik bagaimana saya melakukan pendekatan kepada prospek, bagaimana saya berusaha keras menolak setiap jawaban "Tidak!". Apabila anda merasa yakin terhadap produk yang anda miliki, sebagaimana saya meyakini produk yang saya jual, saya kira anda dapat menerapkan ide-ide sederhana berikut ini dan mencoba menjalankannya.

 

PEKERJAAN MULIA

Tidak ada hal lain yang mampu menggantikan asuransi jiwa, itulah keyakinan saya. Asuransi merupakan satu-satunya instrumen keuangan terbaik yang pernah diciptakan setiap orang. Apakah anda yakin akan hal ini? Cukup yakin hingga anda mau membeli sebanyak-banyaknya?

Kita tidak bisa menjual asuransi apabila kita tidak memilikinya. Apakah anda sudah memiliki asuransi yang memadai? Bagaimana programnya, apakah sudah lengkap?

Pemikiran anda harus seperti itu. Anda merasa tidak mampu untuk membeli asuransi lebih banyak lagi, tetapi anda harus terus membeli. Memiliki asuransi lebih dari kemampuan anda agar termotivasi untuk membelinya. Jika anda melakukannya, saya yakin anda akan menjual lebih banyak lagi agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih banyak untuk bisa membayar premi asuransi yang anda miliki. Coba anda pikirkan, jika anda tidak tertarik membeli lebih banyak asuransi melebihi kemampuan anda, apa yang akan anda katakan kepada prosepk yang mengatakan "Saya tidak mampu membelinya!"

Seorang pemasar asuransi melakukan pekerjaan paling mulia di dunia ini. Produk yang dijual merupakan yang terbaik yang pernah ada di dunia ini. Tetapi di sisi lain, dia melakukan pekerjaan yang sangat sulit, yaitu meminta orang-orang untuk mengeluarkan uang sejumlah ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah, hanya untuk mendapatkan selembar kertas. Agar transaksi penjualan berhasil, merupakan tantangan bagi kita untuk membuat kertas itu menjadi sesuatu yang hidup, bernafas dan benar-benar nyata. Ini bukan pekerjaan mudah.

Kita harus menjual "besok", bukan "hari ini". Kita harus menjual rasa aman, kedamaian, martabat seorang manusia, kebebasan akan rasa takut, kebebasan atas keinginan. Kita harus menjual roti, susu, pendidikan bagi anak-anak tercinta, tempat tinggal yang pantas, hadiah natal, mainan yang baik dan hadiah ulang tahun. Kita harus menjual kasih sayang sebuah keluarga dan rasa bangga memilikinya. Kitapun harus menjual harapan, angan-angan, dan doa. Setiap orang memerlukan asuransi. Menjadi tugas kita untuk mengubah kebutuhan menjadi "keinginan" untuk memiliki. Kita sadar, perlu pemikiran serius untuk melakukannya. Kita hanya bisa melakukannya dengan motivasi yang disalurkan dari hati ke hati.

Di antara kita, sesama pemasar asuransi, bukanlah pesaing bisnis. Kita adalah kolega. Pesaing kita yang sesungguhnya adalah para pemasar produk-produk yang nyata seperti mobil, televisi, lemari es, smartphone, tablet, laptop, dll. Merekalah yang seringkali mengalihkan arus uang yang seharusnya masuk ke dalam asuransi jiwa, malah menjadi bentuk yang lain. Hanya dengan penjualan melalui hati, barulah kita bisa mendapatkan bagian yang memang seharusnya menjadi anggaran untuk asuransi mereka.

 

SEBERAPA TINGGI ANDA CAPAI

Apa yang anda inginkan dalam hidup ini? Berapa penghasilan yang anda kehendaki? Rp 100.000.000 dalam sebulan? Dalam bisnis kita, berapapun angka yang ditetapkan, bukanlah sebuah patokan. Kita tinggal menyebutkannya saja. Tidak ada batasan penghasilan dalam bisnis ini. Tidak mengherankan apabila semakin giat bekerja, semakin baik kita melakukannya, semakin banyak pula penghasilan yang kita capai. Bisa hingga 200 juta, 300 juta, 400 juta. Apakah ada pekerjaan lain yang sama dengan yang kita miliki?

 

DORONGAN UNTUK BEKERJA

Apa yang mendorong saya serius dalam menjalankan bisnis lain? Saya merasa banyak hal penting yang harus saya kerjakan dalam bidang ini. Begitu banyak orang yang harus saya jumpai, sehingga waktu yang saya miliki menjadi sangat sempit. Bagi saya, menjual asuransi adalah sebuah obsesi dan keyakinan. Tetapi saya sadar, saya tidak mampu menyelesaikannya sendiri. Oleh karena itu, saya mengharapkan uluran tangan dari anda semua agar pekerjaan ini terselesaikan.

Dorongan apa lagi yang membuat saya terus terlibat hari demi hari, malam demi malam. Dalam "perang suci" bisnis asuransi ini? Semua ini adalah inspirasi dari anak-anak, istri, dan orang tua saya.

Program asuransi saya lengkap. Jadi saat kontrak di dunia ini habis, anak-anak yang sudah tidak memiliki bapak ini akan mendapatkan perlindungan penghasilan sebagaimana yang telah disediakan oleh ayahnya. Meskipun asuransi ini tidak akan menggantikan keududukan saya, setidaknya memberikan keamanan bagi masa depan mereka. Hal serupa telah dilakukan kedua orang tua saya yang saat ini sudah cukup tua. Mereka telah berkorban begitu besar. Satu hal yang saya yakini adalah hidup mereka tidak kurang sesuatu apapun berkat asuransi. Asuransi telah menjamin kehidupan mereka hingga kini. Saya berhutang pada asuransi jiwa, sesuatu yang tidak dapat saya lunasi.

Anak laki-laki saya tidak menyukai apabila saya harus keluar malam untuk bertemu dengan prospek. Setiap saat saya meninggalkannya, dia berkata "Selamat jalan ayah, semoga berhasil dan segera pulang!". Setiap mendengarkan ucapan itu, saya selalu sadar bahwa suatu hari nanti, mungkin saya tidak akan pernah kembali. Tetapi jika hal ini terjadi, maka keajaiban asuransi jiwa akan mengatasi segala kebutuhan mereka.

 

PELAYANAN SEORANG ISTRI

Tanpa dukungan dan pengertian istri tercinta, saya bukanlah apa-apa. Terkadang sebagai tenaga pemasar, kita mengeluh terhadap pekerjaan kita. Tetapi sadarlah bahwa pasangan kita yang telah membayar harga yang sebenarnya. Dialah yang selalu dengan sabar, menanti kedatangan saya setiap malam. Pada saat kita berkunjung ke rumah seorang prospek, berbicara dan menikmati secangkir kopi hingga larut malam, kita lupa bahwa istri menanti di rumah sambil berharap cemas. Apakah malam itu kita akan kembali ke rumah atau tidak. Itulah pelayanan dan pengorbanan yang telah mereka berikan utnuk semua ini. Pernahkah anda menantikan kedatangan seseorang yang anda sayangi hingga waktu bertambah larut malam mulai berganti pagi? Anda akan mengerti harga yang telah dibayarkan oleh istri anda dalam hal ini. Jangan membicarakan pengorbanan besar yang telah kita lakukan. Berilah penghargaan kepada orang yang lebih berhak, yaitu pasangan kita yang selalu setia duduk dan menanti kedatangan kita di rumah.

 

DOA SAYA

Setiap kali berdoa, saya bersyukur karena Tuhan telah menunjukkan jalan hidup saya melalui asuransi jiwa. Saya berterima kasih kepada-Nya atas perlindungan yang dia berikan serta sukses yang telah saya capai. Tidak lupa saya bersyukur karena bisa membantu orang lain menunjukkan masa depan yang lebih baik bagi keluarga lain, melindungi anak-anak mereka atau siapapun. Saya selalu memohon kepada-Nya untuk diberikan umur lebih panjang, agar bisa menyelesaikan "perang suci" asuransi ini.

Kepuasan yang saya rasakan pada saat merebahkan kepala di atas bantal menjelang tidur adalah mengikat kembali bahwa saya telah berhasil melindungi keluarga yang lain, memberikan keamanan bagi dana pendidikan beberapa anak. Senang sekali rasanya mendengarkan seorang istri yang suaminya baru saja membeli sebuah polis dari saya mengucapkan, "Terima kasih Pak Palo. Anda telah menghilangkan kekhawatiran saya selama ini. Untuk pertama kalinya selama 5 tahun ini. Saya benar-benar akan tidur nyenyak." 

 

 


 

Tulisan ini bersumber dari buku dengan judul Motivasi Adalah Uang, yang ditulis oleh Bert Palo, seorang agen asuransi Prudential di Amerika. Ia adalah tokoh agen asuransi Prudential Insurance Company of America. Ia memulai karirnya sebagai agen asuransi pada tahun 1954. Bert Palo tutup usia pada tanggal 22 November 1977. Tulisan ini disadur ulang dengan beberapa perbaikan minor oleh Yofie Setiawan, agen penjualan asuransi dari Prudential.

 


Print   Email

Related Articles

Kekuatan Dalam Wawancara

Prospek Adalah Orang

Bert Palo